Berikan support Anda dengan cara mentrakteer saya kopi!

Trakteer Sekarang.!

Tutorial CRUD dengan Node JS, Express, React JS, dan MySQL (2022)

Tutorial CRUD dengan Node JS, Express, React JS, dan MySQL (2022)

Pada tutorial ini Anda akan belajar bagaimana membuat full stack CRUD aplikasi menggunakan node.js, express, MySQL, dan React JS.

Tidak hanya itu,

Pada tutorial ini Anda juga akan belajar menggunakan Bulma CSS untuk style pada frontend.

Dengan demikian, aplikasi yang dibangun menjadi lebih user friendly dengan user interface (UI) yang elegan dan responsif.

Ini bukan tutorial untuk pemula,

Jika Anda seorang pemula di node.js express, saya sarankan Anda terlebih dahulu mempelajari “Tutorial Express Js Untuk Pemula”.

Dan jika Anda pemula di React JS, saya sarankan Anda terlebih dahulu mempelajari “Tutorial React Js Untuk Pemula”.

Mari kita mulai.

 

#1. Install Express, MySQL2, Nodemon, dan Cors

Buat sebuah folder di komputer Anda, di sini saya beri nama “fullstack”.

Jika Anda membuat folder dengan nama yang sama, itu lebih baik.

Anda bebas membuatnya di manapun, baik di C, D, ataupun di Desktop.

Kemudian buka folder “fullstack” tersebut menggunakan code editor, disini saya menggunakan Visual Studio Code.

Saya juga menyarankan Anda untuk menggunakan Visual Studio Code.

Anda dapat mendownload Visual Studio Code pada link berikut, kemudian install di komputer Anda:

https://code.visualstudio.com/

Setelah folder “fullstack” ter-open menggunakan Visual Studio Code, buat sebuah sub folder bernama “backend” di dalam folder “fullstack”.

Selanjutnya, buka terminal pada Visual Studio Code. Kemudian, masuk ke folder “backend” dengan mengetikan perintah berikut pada terminal:

cd backend

Setelah itu, ketikkan perintah berikut pada terminal untuk membuat file “package.json”:

npm init -y

Selanjutnya, install express, mysql2, sequelize dan cors dengan mengetikan perintah berikut pada terminal:

npm install express mysql2 sequelize cors

Selanjutnya, install nodemon secara global dengan mengetikan perintah berikut pada terminal:

npm install -g nodemon

Selanjutnya, tambahkan kode berikut pada file “package.json”:

"type": "module",

Sehingga file “package.json” terlihat menjadi seperti berikut:

{
  "name": "backend",
  "version": "1.0.0",
  "description": "",
  "type": "module",
  "main": "index.js",
  "scripts": {
    "test": "echo "Error: no test specified" && exit 1"
  },
  "keywords": [],
  "author": "",
  "license": "ISC",
  "dependencies": {
    "cors": "^2.8.5",
    "express": "^4.17.3",
    "mysql2": "^2.3.3",
    "sequelize": "^6.17.0"
  }
}

Hal ini bertujuan agar kita dapat menggunakan ES6 Module Syntax untuk export dan import module.

 

#2. Buat database

Untuk dapat menggunakan MySQL, Anda perlu menginstall XAMPP, WAMP, MAMP, atau software sejenisnya.

Pada tutorial ini, saya menggunakan XAMPP.

Kemudian buat database baru pada MySQL, Anda dapat menggunakan tools seperti SQLyog, PHPMyAdmin atau sejenisnya.

Disini saya membuat database dengan nama “crud_db”.

Jika Anda membuat database dengan nama yang sama, itu lebih baik.

Untuk  membuat database pada MySQL, dapat dilakukan dengan mengeksekusi query berikut:

CREATE DATABASE crud_db;

Perintah SQL diatas akan membuat sebuah database dengan nama “crud_db”.

 

#3. Struktur Aplikasi

Agar aplikasi lebih terstruktur rapi, kita akan menerapkan pola MVC (Model-View-Controllers).

Buat folder “config”, “controllers”, “models”, dan “routes” di dalam folder “backend”.

Kemudian buat file “Database.js” di dalam folder “config”, buat file “UserController.js” di dalam folder “controllers”, buat file “UserModel.js” di dalam folder “models”, buat file “UserRoute.js” di dalam folder “routes”, dan buat file “index.js” di dalam folder “backend”.

Perhatikan gambar berikut untuk lebih jelasnya:

strukur folder

 

#4. Connect ke Database

Buka file “Database.js” yang terdapat pada folder “config”, kemudian ketikan kode berikut:

import {Sequelize} from "sequelize";

const db = new Sequelize('crud_db','root','',{
    host: 'localhost',
    dialect: 'mysql'
});

export default db;

 

#5. Models

Buka file model “UserModel.js” yang terdapat pada folder “models”, kemudian ketikan kode berikut:

import {Sequelize} from "sequelize";
import db from "../config/Database.js";

const {DataTypes} = Sequelize;

const User = db.define('users',{
    name: DataTypes.STRING,
    email: DataTypes.STRING,
    gender: DataTypes.STRING
},{
    freezeTableName:true
});

export default User;

(async()=>{
    await db.sync();
})();

 

#6. Controllers

Buka file controller “UserController.js” yang terdapat pada folder “controllers”, kemudian ketikan kode berikut:

import User from "../models/UserModel.js";

export const getUsers = async(req, res) =>{
    try {
        const response = await User.findAll();
        res.status(200).json(response);
    } catch (error) {
        console.log(error.message);
    }
}

export const getUserById = async(req, res) =>{
    try {
        const response = await User.findOne({
            where:{
                id: req.params.id
            }
        });
        res.status(200).json(response);
    } catch (error) {
        console.log(error.message);
    }
}

export const createUser = async(req, res) =>{
    try {
        await User.create(req.body);
        res.status(201).json({msg: "User Created"});
    } catch (error) {
        console.log(error.message);
    }
}

export const updateUser = async(req, res) =>{
    try {
        await User.update(req.body,{
            where:{
                id: req.params.id
            }
        });
        res.status(200).json({msg: "User Updated"});
    } catch (error) {
        console.log(error.message);
    }
}

export const deleteUser = async(req, res) =>{
    try {
        await User.destroy({
            where:{
                id: req.params.id
            }
        });
        res.status(200).json({msg: "User Deleted"});
    } catch (error) {
        console.log(error.message);
    }
}

 

#7. Routes

Buka file “UserRoute.js” yang terdapat pada folder “routes”, kemudian ketikan kode berikut:

import express from "express";
import {
    getUsers, 
    getUserById,
    createUser,
    updateUser,
    deleteUser
} from "../controllers/UserController.js";

const router = express.Router();

router.get('/users', getUsers);
router.get('/users/:id', getUserById);
router.post('/users', createUser);
router.patch('/users/:id', updateUser);
router.delete('/users/:id', deleteUser);

export default router;

 

#8. Entry Point

Buka file “index.js” yang terdapat pada folder “backend”, kemudian ketikan kode berikut:

import express from "express";
import cors from "cors";
import UserRoute from "./routes/UserRoute.js";

const app = express();
app.use(cors());
app.use(express.json());
app.use(UserRoute);

app.listen(5000, ()=> console.log('Server up and running...'));

Untuk memastikan aplikasi berjalan dengan baik, jalankan aplikasi dengan mengetikan perintah berikut pada terminal:

nodemon index

Jika berjalan dengan baik, maka akan terlihat seperti gambar berikut:

nodemon

Sampai disini Anda telah berhasil membuat “backend”.

Untuk memastikan backend berjalan dengan baik, Anda dapat menggunakan POSTMAN atau extensions REST Client pada VS Code untuk melakukan pengujian.

 

#9. Front-End

Untuk front-end, saya akan menggunakan React JS.

Jika Anda belum familiar dengan React JS, saya sarankan untuk mempelajari “Tutorial React JS Untuk Pemula” terlebih dahulu.

Untuk membuat project react js, dapat dilakukan dengan banyak cara. Akan tetapi cara yang paling mudah adalah “create react app”.

Buka new terminal dan buat project react baru dengan mengetikan perintah berikut pada terminal:

npx create-react-app frontend

Dan pastikan Anda berada di folder “fullstack”, seperti gambar berikut:

create-react-app

Jika instalasi selesai, maka akan terdapat folder “frontend” di dalam folder “fullstack”.

Sehingga di dalam folder “fullstack” terdapat dua folder yaitu: “backend” dan “frontend” seperti gambar berikut:

fullstack-folder

Folder “backend” merupakan folder aplikasi yang dibangun sebelumnya menggunakan node.js express, sedangkan “frontend” merupakan folder aplikasi yang dibuat menggunakan React JS.

Selanjutnya, masuk kedalam folder “frontend” dengan mengetikan perintah berikut pada terminal:

cd frontend

Setelah itu, install react-router-dom, axios, dan bulma dengan mengetikan perintah berikut pada terminal:

npm install react-router-dom axios bulma

Setelah instalasi selesai, dan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik, ketikan perintah berikut untuk menjalankan project:

npm start

Jika berjalan dengan baik, maka akan tampil seperti gambar berikut:

npm start

 

#10. Components

Buat sebuah folder bernama “components” di dalam folder “frontend/src”.

Kemudian, buat file components “UserList.js”, “AddUser.js”, dan “EditUser.js” pada folder “frontend/src/components”.

Seperti gambar berikut:

components

Kemudian buka file “UserList.js”, kemudian ketikan kode berikut:

import React, { useState, useEffect } from "react";
import axios from "axios";
import { Link } from "react-router-dom";

const UserList = () => {
  const [users, setUser] = useState([]);

  useEffect(() => {
    getUsers();
  }, []);

  const getUsers = async () => {
    const response = await axios.get("http://localhost:5000/users");
    setUser(response.data);
  };

  const deleteUser = async (id) => {
    try {
      await axios.delete(`http://localhost:5000/users/${id}`);
      getUsers();
    } catch (error) {
      console.log(error);
    }
  };

  return (
    <div className="columns mt-5 is-centered">
      <div className="column is-half">
        <Link to={`add`} className="button is-success">
          Add New
        </Link>
        <table className="table is-striped is-fullwidth">
          <thead>
            <tr>
              <th>No</th>
              <th>Name</th>
              <th>Email</th>
              <th>Gender</th>
              <th>Actions</th>
            </tr>
          </thead>
          <tbody>
            {users.map((user, index) => (
              <tr key={user.id}>
                <td>{index + 1}</td>
                <td>{user.name}</td>
                <td>{user.email}</td>
                <td>{user.gender}</td>
                <td>
                  <Link
                    to={`edit/${user.id}`}
                    className="button is-small is-info mr-2"
                  >
                    Edit
                  </Link>
                  <button
                    onClick={() => deleteUser(user.id)}
                    className="button is-small is-danger"
                  >
                    Delete
                  </button>
                </td>
              </tr>
            ))}
          </tbody>
        </table>
      </div>
    </div>
  );
};

export default UserList;

Selanjutnya, buka file “AddUser.js”, kemudian ketikan kode berikut:

import React, { useState } from "react";
import axios from "axios";
import { useNavigate } from "react-router-dom";

const AddUser = () => {
  const [name, setName] = useState("");
  const [email, setEmail] = useState("");
  const [gender, setGender] = useState("Male");
  const navigate = useNavigate();

  const saveUser = async (e) => {
    e.preventDefault();
    try {
      await axios.post("http://localhost:5000/users", {
        name,
        email,
        gender,
      });
      navigate("/");
    } catch (error) {
      console.log(error);
    }
  };

  return (
    <div className="columns mt-5 is-centered">
      <div className="column is-half">
        <form onSubmit={saveUser}>
          <div className="field">
            <label className="label">Name</label>
            <div className="control">
              <input
                type="text"
                className="input"
                value={name}
                onChange={(e) => setName(e.target.value)}
                placeholder="Name"
              />
            </div>
          </div>
          <div className="field">
            <label className="label">Email</label>
            <div className="control">
              <input
                type="text"
                className="input"
                value={email}
                onChange={(e) => setEmail(e.target.value)}
                placeholder="Email"
              />
            </div>
          </div>
          <div className="field">
            <label className="label">Gender</label>
            <div className="control">
              <div className="select is-fullwidth">
                <select
                  value={gender}
                  onChange={(e) => setGender(e.target.value)}
                >
                  <option value="Male">Male</option>
                  <option value="Female">Female</option>
                </select>
              </div>
            </div>
          </div>
          <div className="field">
            <button type="submit" className="button is-success">
              Save
            </button>
          </div>
        </form>
      </div>
    </div>
  );
};

export default AddUser;

Selanjutnya, buka file “EditUser.js”, kemudian ketikan kode berikut:

import React, { useState, useEffect } from "react";
import axios from "axios";
import { useNavigate, useParams } from "react-router-dom";

const EditUser = () => {
  const [name, setName] = useState("");
  const [email, setEmail] = useState("");
  const [gender, setGender] = useState("Male");
  const navigate = useNavigate();
  const { id } = useParams();

  useEffect(() => {
    getUserById();
  }, []);

  const updateUser = async (e) => {
    e.preventDefault();
    try {
      await axios.patch(`http://localhost:5000/users/${id}`, {
        name,
        email,
        gender,
      });
      navigate("/");
    } catch (error) {
      console.log(error);
    }
  };

  const getUserById = async () => {
    const response = await axios.get(`http://localhost:5000/users/${id}`);
    setName(response.data.name);
    setEmail(response.data.email);
    setGender(response.data.gender);
  };

  return (
    <div className="columns mt-5 is-centered">
      <div className="column is-half">
        <form onSubmit={updateUser}>
          <div className="field">
            <label className="label">Name</label>
            <div className="control">
              <input
                type="text"
                className="input"
                value={name}
                onChange={(e) => setName(e.target.value)}
                placeholder="Name"
              />
            </div>
          </div>
          <div className="field">
            <label className="label">Email</label>
            <div className="control">
              <input
                type="text"
                className="input"
                value={email}
                onChange={(e) => setEmail(e.target.value)}
                placeholder="Email"
              />
            </div>
          </div>
          <div className="field">
            <label className="label">Gender</label>
            <div className="control">
              <div className="select is-fullwidth">
                <select
                  value={gender}
                  onChange={(e) => setGender(e.target.value)}
                >
                  <option value="Male">Male</option>
                  <option value="Female">Female</option>
                </select>
              </div>
            </div>
          </div>
          <div className="field">
            <button type="submit" className="button is-success">
              Update
            </button>
          </div>
        </form>
      </div>
    </div>
  );
};

export default EditUser;

 

#11. App.js

Buka file “App.js” pada folder “frontend/src”, kemudian ubah menjadi seperti berikut:

import {BrowserRouter, Routes, Route} from "react-router-dom";
import UserList from "./components/UserList";
import AddUser from "./components/AddUser";
import EditUser from "./components/EditUser";

function App() {
  return (
    <BrowserRouter>
      <Routes>
        <Route path="/" element={<UserList/>}/>
        <Route path="add" element={<AddUser/>}/>
        <Route path="edit/:id" element={<EditUser/>}/>
      </Routes>
    </BrowserRouter>
  );
}

export default App;

 

#12. index.js

Buka file “index.js” pada folder “frontend/src”, kemudian ubah menjadi seperti berikut:

import React from 'react';
import ReactDOM from 'react-dom';
import App from './App';
import "bulma/css/bulma.css";

ReactDOM.render(
  <React.StrictMode>
    <App />
  </React.StrictMode>,
  document.getElementById('root')
);

 

#13. Testing

#READ

Kembali ke browser dan kunjungi URL berikut:

http://localhost:3000

Jika berjalan dengan baik, maka akan terlihat seperti gambar berikut:

read

#CREATE

Klik tombol “Add New”, maka akan tampil form seperti berikut:

create

Masukkan “Name, Email” dan “Gender”, kemudian klik tombol “SAVE”.

Jika insert berhasil, maka akan terlihat penambahan data pada list user seperti gambar berikut:

saved

#UPDATE

Untuk mengupdate data klik salah satu dari tombol “Edit”, maka akan tampil form seperti berikut:

update

Ubah “Name, Email” atau “Gender”, kemudian klik tombol “UPDATE”.

Jika update berhasil, maka akan terlihat perubahan data pada list user seperti gambar berikut:

updated

#DELETE 

Untuk menghapus data klik salah satu dari tombol “Delete”.

Jika delete berhasil, maka data akan hilang dari list user.

 

Kesimpulan:

Pembahasan kali ini adalah bagaimana membuat full-stack aplikasi dengan backend node.js express dan frontend menggunakan React JS.

Dengan demikian, Anda telah memiliki gambaran bagaimana membuat aplikasi web modern yang memisahkan antara backend dan frontend.

Jadi tunggu apalagi, Let’s coding!

Dapatkan diskon 75% paket hosting dan gratis domain + extra diskon 5% dengan menggunakan kupon: MFIKRI

Order Sekarang.!
Download Source Code (Back-End) Download Source Code (Front-End)
Niagahoster Niagahoster

Komentar (0)

Leave a Comment