Konsep Ketergantungan Dalam Normalisasi Data

Konsep Ketergantungan Dalam Normalisasi Data

Rancangan database yang baik merupakan dambaan setiap pengembang sistem informasi.

Rancangan database yang baik dapat mencegah anomali, inkonsistensi data, meminimalisir redudansi data, dan dapat menghemat ruang penyimpanan.

Banyak metode yang digunakan dalam menghasilkan rancangan database yang baik.

Salah satunya yaitu dengan melalukan normalisasi data.

Sebagian besar pemula, sering mengalami kesulitan dalam melakukan normalisasi data.

Hal ini disebabkan karena kurang memahami konsep ketergantungan (dependency) dengan baik.

Konsep ketergantungan dalam melakukan normalisasi data sangat penting untuk dipahami dengan baik.

Jika anda tidak memahami konsep ini dengan baik, jangan heran jika anda mengalami kesulitan dalam melakukan normalisasi data.

Beruntunglah Anda yang menemukan artikel ini karena saya membawa angin segar bagi Anda yang ingin memahami konsep ketergantungan dalam normalisasi data dengan baik.

Saya akan menjelaskan sedetail mungkin agar dapat dipahami dengan baik.

Baca dengan teliti, pahami, dan terapkan!

Ok, mari kita mulai.

Ketergantungan (dependency) merupakan konsep yang mendasari normalisasi.

Dependency menjalankan hubungan antara atribut atau secara lebih khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan nilai atribut lainnya.

Dependency akan mencari acuan untuk pendekomposisian data ke dalam bentuk paling efisien.

 

1. Functional Dependency

Ketergantungan fungsional (functional dependency) adalah suatu kondisi dimana satu atribut atau beberapa atribut dari suatu relasi yang keberadaannya bergantung pada atribut lain.

ketergantungan fungsional didefinisikan sebagai berikut:

Suatu atribut Y mempunyai ketergantungan fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika setiap nilai X berhubungan dengan sebuah nilai Y.

Definisi diatas biasanya dituangkan dalam bentuk notasi: X => Y 

Artinya :        

X secara fungsional tergantung Y

Y secara fungsional menentukan X

Contoh:

Sebagai keterangan mengenai notasi diatas bahwa sebelah kiri notasi disebut determinant, sedangkan bagian sebelah kanan disebut dependent.

Relasi ini mengandung atribut kode_barang, nama_barang, dan qty.

Artinya kode_barang secara fungsional menentukan nama_barang, telah terlihat bahwa untuk kode_barang yang sama dan nama_barang juga sama, sehingga kode_barang => nama_barang.

 

2. Dependency Transitive

Ketergantungan transitive (dependency transitive) adalah ketergantungan secara fungsional suatu atribut kepada atribut lainnya melalui atribut yang lain pula.

Misalnya R adalah relasi yang memiliki 3 atribut A, B, dan C yang memiliki ketergantungan fungsional:

A => B

B => C

Artinya fungsional dependency => C disebut dependency transitive.

Contoh:

Pada relasi di atas terdapat ketergantungan transitif antara:

no_faktur => kode_pelanggan

kode_pelanggan => nama

Sehingga dapat dinotasikan:

no_faktur => kode_pelanggan => nama

 

3. Trivial Dependency

Ketergantungan trivial (trivial dependency) terjadi apabila suatu relasi terdapat banyak set fungsional dependency, maka dapat dilakukan penghapusan trivial dependency.

Misalnya relasi sebagai berikut:

Suatu trivial fungsional dependency jika dan hanya jika bagian sebelah kiri, maka himpunan tersebut ditulis sebagai berikut:

{no_faktur, kode_barang} => no_faktur.

Sebaliknya,

non trivial fungsional dependency adalah fungsional dependency bukan trivial, dan yang sebetulnya adalah bentuk integrity rules / constrains (aturan-aturan integritas).

 

KESIMPULAN

Pembahasan kali ini adalah tentang bagaimana memahami konsep ketergantungan dalam normalisasi data.

Konsep ketergantungan merupakan konsep yang sangat penting untuk dipahami dengan baik.

Pemahaman tentang konsep ketergantungan (dependency) dengan baik dapat membantu mempermudah anda dalam melakukan normalisasi data.

Ketergantungan (dependency) terbagi menjadi tiga yaitu: Functional Dependency, Dependency Transitive, dan Trivial Dependency.

Ketergantungan fungsional (functional dependency) adalah suatu kondisi dimana satu atribut atau beberapa atribut dari suatu relasi yang keberadaannya bergantung pada atribut lain.

Ketergantungan transitive (dependency transitive) adalah ketergantungan secara fungsional suatu atribut kepada atribut lainnya melalui atribut yang lain pula.

Ketergantungan trivial (trivial dependency) terjadi apabila suatu relasi terdapat banyak set fungsional dependency, maka dapat dilakukan penghapusan trivial dependency.

Share:



Komentar (0)

Leave a Comment